Jl. Trunojoyo no. 07 Bojonegoro
(0353) 351700 , 081239956080
baznaskab.bojonegoro@baznas.go.id

Rapat Kerja BAZNAS Kabupaten Bojonegoro Tahun 2018

Amanah, Profesional & Akuntabel

RAPAT KERJA BAZNAS KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2018

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kab. Bojonegoro melaksanakan rapat Kerja pada hari Sabtu (27/1/2018). Peserta Raker yang hadir terdiri dari unsur UPZ Dinas/Instansi/Forkopinda/BUMN/BUMD/Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro. Dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua Baznas Jawa Timur, Nur Hidayat. Pembukaan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Partnership Room Lt IV PEMKAB Bojonegoro. Ketua Baznas Kab. Bojonegoro Drs. H. Hanafi, MM, menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya rapat kerja ini adalah untuk mensukseskan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bojonegoro, yang mentargetkan penyampaian pengumpulan zakat tahun 2018 sebanyak 2 M. Selanjutnya juga mengatakan, sejak keberadaan Baznas 2015 lalu, Baznas hanya melakukan kegiatan pengumulan & pendistribusian menjelang Ramadhan, bahkan saat itu zakat yang terkumpul hanya 115 juta. Tahun 2016 Baznas mulai aktif kegiatan pengumpulan & distribusi setiap bulan, pada tahun tersebut zakat yang terkumpul bertambah penerimaannya hingga 185 juta.
Seiring perjalanan, memasuki tahun 2017 tersebut ditambah dengan giat sosialisasi Baznas mulai mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, terbukti dengan pencapaian pengumpulan pada Tahun 2017 yang mencapai 1 Milyar rupiah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Dr. H. Suyoto, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh UPZ (unit pengumpul zakat) Dinas/Instansi sekabupaten Bojonegoro yang telah ikut serta mempercayakan penyaluran zakatnya melalui Baznas Kabupaten Bojonegoro, Selanjutnya Bupati, Drs.H.Suyoto,M.Si mengatakan bahwa Baznas harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Karena zaman sekarang sudah maju pesat perkembangannya, di mana semuanya sudah harus serba digital. Banyak masyarakat yang menggunakan facebook, instagram dan juga jejaring sosial yang lain untuk berjualan dan omset jualan. Sehingga Baznas perlu unuk mengikuti perkembangan zaman tersebut, agar nanti cakupan pengumpulan zakat bisa lebih cepat dan juga bisa lebih luas.

Wakil Ketua Baznas Prov.Jawa Timur, Nur Hidayat menyampaikan bahwa potensi zakat ada sekitar 208 Triliyun dan yang terhimpun baru 5 Triliyun. Potensi zakat di Bojonegoro ada 10-12 Milyar dan yang terkumpul baru 1 Milyar.”Sedangkan di Jawa Timur potensinya ada 5 Triliyun dan yang berhasil terhimpun baru sekitar 500 Milyar, ini menunjukkan ada masalah yang dihadapi dalam pengumpulan zakat,” imbuhnya. Untuk bisa mencapai target semua harus mengetahui dimana letak kurangnya, tidak hanya itu perlu juga adanya komunikasi dengan para penzakat, sehingga sosialisasi yang dilakukan baznas bisa tercapai. Untuk itu perlu adanya terobosan yang perlu dilakukan dalam mengajak masyarakat kita untum mau berzakat dan masyarakat menjadi lebih tahu tentang manfaat zakat itu. Tidak hanya dalam pengumpulan namun dalam penyaluran zakat juga perlu ada inovasi sehingga nanti masyarakat yang tangannya berada di bawah bisa berubah menjadi tangan di atas.

Dalam penyaluran zakat masyarakat baznas juga memberikan beasiswa kepada siswa yang memang memang sangat membutuhkan, beasiswa itu baik untuk siswa SD/MI, SMP, SMA dengan ketentuan yang berbeda-beda. Karena kebutuhan dari tiap tingkat pendidikan berbeda-beda.Selain menggelar rapat kerja tahunan pada kesempatan itu Baznas juga memberikan penghargaan BAZNAS AWARD. Penghargaan ini diberikan kepada UPZ Dinas/Instansi/Forkopinda/BUMN/BUMD/Kecamatan yang palin sering berzakat dan paling banyak menyalurkan zakatnya di Baznas Bojonegoro. (N_R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *