Jl. Trunojoyo no. 07 Bojonegoro
(0353) 351700 , 081239956080
baznaskab.bojonegoro@baznas.go.id

Picu Semangat Belajar melalui Olimpiade Sains antar Santri

Amanah, Profesional & Akuntabel

 

Selain memantik semangat belajar,  olimpiade sains untuk santri kurang mampu juga diharap memotivasi para santri untuk terus merawat cita-cita. 

Badan amil zakat nasional (Baznas) Bojonegoro adakan Olimpiade Sains Santri dari tingkat SD hingga SMP sederajat. Olimpiade diadakan di Kampus IAI Sunan Giri pada (03/11/2019) tersebut, diharap picu semangat belajar para santri.

Olimpiade santri tingkat SD hingga SMA memang baru pertama digelar di Bojonegoro. Tak ayal, kegiatan ini diikuti kurang lebih 300-an perwakilan santri dari sejumlah sekolah berbasis pesantren yang ada di Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah juga tampak hadir membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi terselenggaranya olimpiade. Bahkan, Bupati juga sempat  memotivasi agar ke depan, olimpiade diberi tambahan materi tentang IT.

“Ke depan, olimpiade sains akan ditambahi materi IT. Jadi anak-anak harus tetap semangat belajar.” Ungkap bupati perempuan pertama di Bojonegoro tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Baznas Bojonegoro, KH. Jamaludin mengatakan, Olimpiade ini dihelat guna melecutkan kembali semangat berprestasi para siswa agar lebih maksimal.

Setiap tahun, kata dia, Baznas berupaya menjadi wadah kompetisi sains para santri. Adanya surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai syarat ikut kompetisi, kata dia, dimaksudkan untuk merawat semangat berprestasi anak-anak kurang mampu.

“Kerpihakan Baznas pada siswa atau santri kurang mampu harus dikedepankan, ini sebagai bentuk proteksi dan optimalisasi semangat belajar mereka,” imbuhnya.

Nabs, dalam olimpiade tersebut, juara pertama tingkat SMA direbut siswa SMA Plus Ar-Rahmat atas nama Fany. Sedang juara pertama tingkat SMP disabet siswa MTs Abu Dzarrin atas nama Zida. Dan untuk tingkat SD, juara pertama didapat siswa dari MI Fathul Huda atas nama Luthfiana.

Olimpiade Sains antar santri ini diharap bisa jadi kegiatan rutin tahunan. Sehingga, banyak santri dengan jondisi ekonomi kurang mampu bisa tetap merawat semangat belajar dan berprestasinya.

Sumber: Rahayu Lestari Putri, pada https://jurnaba.co/picu-semangat-belajar-melalui-olimpiade-sains-antar-santri/

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *