Jl. Trunojoyo no. 07 Bojonegoro
(0353) 351700 , 081239956080
baznaskab.bojonegoro@baznas.go.id

BAZNAS Launching Gerakan Sadar Zakat dan Buka Bersama 1000 Yatim

Amanah, Profesional & Akuntabel

Bojonegoro – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bojonegoro gelar launching perdana Gerakan Sadar Zakat serta pemberian Santunan dan Buka Bersama 1.000 Anak Yatim. Pada Sabtu (18/5/2019) sore.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Bebek Goreng Harisa Kota Bojonegoro. Acara diawali sambutan dari Ketua Baznas kabupaten setempat, Nurul Huda.

Dalam sambutannya ia menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut khususnya pihak sponsor.

“Saya juga meminta maaf atas kekurangan-kekurangan dalam acara ini.” jelas Nurul Huda yang juga dosen Unugiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri) Bojonegoro.

Menurut Nurul, pihaknya akan memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu yang ada di Bumi Angling Dharma dalam waktu dan tempat berbeda. Lebih dari itu, Baznas juga telah memberi santunan kepada Lansia di Desa Sukorejo, Bojonegoro.

“Untuk saat ini kami santunani kurang lebih 400 anak dari 10 kecamatan yakni Kanor, Sukosewu, Sugiwaras, Kalitidu, Malo, Trucuk, Balen, Kapas, Dander, dan Bojonegoro kota.” kata Nurul Huda.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam jangka panjangnya gerakan ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan tersebut tentu tidak lepas dari program Filantropis (tindakan yang mencintai sesama manusia). Maka dari itu Baznas sendiri telah membuat program “Bojonegoro Produktif”. Sebuah program yang didesain untuk diorientasikan pada pemberdayaan umat secara individual.

Kata Nurul, dalam bentuk komunitas, pihaknya telah memberikan bantuan kepada kelompok UMKM Srikandi, di Kecamatan Gondang. Harapannya agar bisa berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, tujuan tersebut dirasakan olehnya banyak kendala. “Secara tidak sadar masyarakat Bojonegoro telah mencangkok budaya yang namanya budaya individualis.” beber Nurul.

Budaya individualis lanjut Nurul, merupakan budaya yang menitikberatkan pada kepuasan diri sendiri tanpa melakukan empati kepada orang lain.

Budaya ini lahir dari rahim modernisasi saat ini. Jika budaya ini diteruskan akan menjadi penghalang cita-cita UU RI nomer 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yakni Baznas selaku pengelolanya.

“Oleh sebab itu, sore hari ini kami menggelorakan kembali semangat Gerakan Sadar Zakat yang bertajuk Berbagi adalah Gaya Hidup Kita.” terang Nurul Huda.

Diakhir sambutanya ia juga menyebut, gaya hidup yang individualistik dan individual bukan gaya hidup orang Islam.

“Mudah-mudahan dengan gerakan ini semakin lama dapat diinternalisasi oleh semua kalangan yang ada di Bojonegoro. Sehingga Baznas dapat berkontribusi lebih banyak.” pungkasnya.

Ahmad Gunawan, Staf Ahli Pemkab Bojonegoro yang mewakili bupati menyampaikan permintaan maaf. Karena saat itu bupati tidak bisa menghadiri acara karena sedang menunaikan ibadah umroh bersama keluarga di tanah suci.

“Beliaunya menyampaikan salam hormat kepada panjenengan semua. Insyaallah doa beliau tetap menyertai aktivitas masyarakat Bojonegoro. Khususnya pada sore hari ini.” ungkap Gunawan.

Gunawan menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro sangat mendukung dan memberi apresiasi aktif terhadap kegiatan Baznas di Bumi Angling Dharma.

“Mudah-mudahan gerakan yang telah dirintis, dilaksanakan, digagas seperti ini mendapat ridho dan rahmat dari Allah SWT. Sehingga kehidupan masyarakat semakin lebih baik dan bisa menjadi pilar penopang jayanya umat Islam yang ada di Kabupaten Bojonegoro.” do’a Gunawan.

Dalam sambutannya, Syamsuri, pembina Baznas Kabupaten Bojonegoro menyampaikan terima kasih pada wali santri siswa SD karena telah sudi mendampingi putra-putrinya untuk menghadiri acara tersebut.

“Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu ta’ala senantiasa kami haturkan kehadiratnya. Atas izinnya kegiatan ini bisa terselenggar dengan baik.” jelas Syamsuri yang juga kepala kantor Kemenag Bojonegoro.

Kegiatan ini, kata Syamsuri, merupakan acara tahunan. Pihaknya pun mendukung penuh. Bahkan, acara semacam ini dapat memberikan manfaat kepada sesama umat.

Selain itu, juga untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa peduli serta berbagi kepada semuanya. Selebihnya bisa menjadi penyemangat masyarakat agar saling mencintai sesama, khususnya kepada saudara atau tetangga yang dirasa kurang mampu.

“Insyaallah kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap anak-anak kita. Dengan adanya ini, pendidikan yang bisa diambil yaitu dapat meningkatkan mental dan spiritual si anak.” ujar Syamsuri.

Sebelum mengakhiri sambutannya Syamsuri mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa memberikan motivasi dalam pendidikan khususnya pada anak-anak yatim piatu. (N25).

Sumber : http://nenemonews.com/2019/05/baznas-bojonegoro-launching-gerakan-sadar-zakat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *